IGI Hadir sebagai Organisasi Penggerak Dunia Pendidikan Kekinian

Suasana Peserta Apel HGN dan IGI ke-13 (Foto oleh Abdullah Halim/IGIJatim)


IGIJatim-Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) setiap tanggal 25 November dan besoknya ulang tahun Ikatan Guru Indonesia (IGI) ke-13 dirayakan oleh IGI Provinsi Jawa Timur , Minggu (27/11/2022) secara bersamaan di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Wilayah Jawa Timur secara meriah dan khidmat.

Acara dengan tema "Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar" ini dimulai dengan apel pagi di halaman BBPMP Jawa Timur yang dihadiri seluruh perwakilan dari pengurus daerah dan wilayah IGI se-Jawa Timur. 

“Ini yang hadir sekitar dua ratusan orang lebih, terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu dari daerah yang paling ujung timur, ujung barat, bahkan dari Pulau Madura untuk acara ini,” ujar Ketua Wilayah IGI Provinsi Jawa Timur, Sukari, sambil berapi-rapi memberikan amanah pembina upacara di depan seluruh peserta apel.

Dalam meningkatkan kebutuhan guru, mudahnya mengakses modul pembelajaran, komunikasi yang intens antarguru merupakan bagian platfom merdeka belajar yang terus diperjuangkan, “Sungguh luar biasa perjuangan Bapak/Ibu semuanya demi pembangunan bangsa ini,” sambungnya. 

Di akhir sambutannya, ia mengucapkan kata-kata puitis yang mengutip dari sesepuh salah satu pondok di daerah Gresik untuk peserta apel, “Berjuang nanti akan mati, tidak berjuang pun juga akan mati maka kita berjuang untuk memperjuangkan IGI Jatim,” teriakannya disambut tepuk tangan bergemuruh seluruh hadirin yang ada di halaman depan gedung bertingkat BBPMP tersebut.

Setelah apel, seluruh peserta melangkah ke gedung aula lantai dua BBPMP yang agak ke belakang tempatnya, sambil nyantai dan menikmati hidangan ringan yang disajikan panitia seperti snack, kopi atau teh, mereka dihibur oleh beberapa tampilan dari IGI Daerah,” ini sebagai bentuk penghargaan warisan budaya dan merdeka belajar yang harus terus diperjuangkan,” ungkap Tari sebagai host dalam sarasehan yang bertema "Upaya Peningkatan Kompetensi Guru di Jawa Timur pada Era Teknologi Digital" tersebut.

Pagelaran tari pada pembukaan sarasehan (Foto oleh Didin Rosyadi/IGIJatim)

Suasana lansung bergemuruh tiba -tiba dari dalam ruangan aula bermunculan siswa dengan pakaian adatnya menuju halaman depan para hadirin sarasehan diiringi alunan musik tradisional, “Gerakan yang gemulai dan lincah seperti penari professional,” celetuk salah satu peserta.

Apel IGI dan Sarasehan Pendidikan 2022 ini dihadiri oleh Achmad Rizali (Pendiri IGI), Amirudin (Koordinator Widya Prada BBPMP Jatim), Bhiwara Sakti Pracihara (Dewan Kehormatan IGI Surabaya), Hibatun Wafiroh (Sekjend IGI) dan  Sukari (Ketua Wilayah IGI Jatim) sehingga dialog yang ditampilkan semakin lengkap sumbernya baik dari unsur pemerintah maupun nonpemerintah tentang peningkatan mutu pendidikan dan merdeka belajar.

Ulang tahun IGI ke-13 ini diibaratkan seperti anak muda yang seringkali bertingkah, masih malu-malu dan genit-genitnya, ujar Achmad Rizali disambut tawa peserta yang ada di aula BBPMP. Sambil mengingat masa lalu bahwa 13 atau 14 tahun yang lalu sekitar tahun 2007, Klub Guru Indonesia berdiri hanya gara-gara keinginan ada peningkatan kompetensi guru.

“Tujuan awalnya, kita menunggu pelatihan peningkatan guru tidak muncul-muncul oleh saudara tua kita, ya akhirnya terpaksa kita dirikan Klub Guru Indonesia,” ujar pria yang pernah mendapatkan penghargaan The Most Inspiring Fakultas Teknik Universitas Indonesia sambil menghela napas dalam-dalam di hadapan para peserta sarasehan.

Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dicetuskan pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi sebenarnya sudah dilaksanakan oleh Klub Guru Indonesia terhadap peningkatan kemampuan dan kompetensi guru menghadapi perubahan budaya dan teknologi kekinian. Klub Guru Indonesia bertransformasi menjadi Ikatan Guru Indonesia pada tanggal 26 November 2009 berdasarkan Surat Keputusan Nomor AHU-125.AH.01.06 Tahun 2009 dari Kementerian Hukum dan HAM yang dipimpin oleh Ketua Umum Satria Dharma dan Sekjend Muhammad Ihsan dari Jatim serta Indra Djati Sidi dari Jawa Barat sebagai Ketua Dewan Pembina.

“Alhamdulillah kita memiliki Sekjend Muhammad Ihsan pada waktu itu yang terus mengembangkan IGI untuk fokus bidang TIK sehingga kita sering kerja sama dengan perusahaan seperti IT Telkom, Intel, Bank Mandiri dan lain-lain,” sambung pria berpawakan tinggi besar yang hobi menulis ini.

Achmad Rizali (Pendiri IGI/foto paling kanan) (Foto oleh Didin Rosyadi/IGIJatim)

Sehingga tidak mengherankan bahwa IGI lebih dulu melangkah dari pemerintah tentang pengembangan IT untuk peningkatan kompetensi guru dan siswa, ini sesuai dengan semangat IGI yakni semangat sharing and growing together sehingga sampai memiliki kurang lebih 67 kanal pelatihan yang aktif meningkatkan kompetensi guru dalam menunjang proses belajar mengajar. 

“Dengan berbagi dan tumbuh bersama kita akan selalu men-support kegiatan pemerintah kekinian,” tandasnya dengan mantap.

Akhirnya dapat dirasakan bahwa IGI hadir sebagai salah satu organisasi penggerak untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan selalu bersinergi dengan pemerintah untuk mensukseskan program-program kekinian sesuai perubahan zaman. Sehingga dengan acara ini diharapkan semua hadirin yang datang tumbuh menjadi jiwa yang selalu ingat sejarah, bersinergi, dan tumbuh bersama dalam penguatan karakter, jati diri dan insan yang selalu semangat menebarkan kebaikan demi kemajuan dunia Pendidikan Indonesia.

Selamat beraktivitas, salam sharing and growing together (Abdullah Halim)


Post a Comment (0)
Previous Post Next Post