Sekretaris Jenderal IGI Pusat dalam Sarasehan IGI: Wajah Baru Inovasi Baru

 

Sekretaris Jenderal, Hibatun Wafiroh/foto tengah (Foto oleh Didin Rosyadi/IGI Jatim)

IGI Jatim-Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Jawa Timur telah mengadakan apel dan sarasehan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tahun 2022 dan Hari Ulang Tahun ke-13 Ikatan Guru Indonesia. Kegiatan ini dilakukan di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Wilayah Jawa Timur, Minggu (27/11/2022). Para peserta apel dan sarasehan yaitu seluruh pengurus wilayah dan daerah IGI se-Jawa Timur.

Apel IGI dan sarasehan ini juga dihadiri oleh Sukari (Ketua Wilayah IGI Jatim), Achmad Rizali (Pendiri IGI), Bhiwara Sakti Pracihara (Dewan Kehormatan IGI Surabaya), Amirudin (Koordinator Widya Prada BBPMP Jatim), dan Hibatun Wafiroh (Sekjend IGI). 

Acara sarasehan dimulai setelah apel pagi dan bertempat di lantai dua gedung BBPMP Jawa Timur. Tema yang diusung dalam sarasehan yaitu “Upaya peningkatan kompetensi guru di Jawa Timur pada era teknologi digital.” 

“Jalan-jalan ke Tanjung Pinang, bertemu pengusaha yang baik hati. Hari ini saya sangat senang, bertemu IGI-ers sejati,” pembacaan pantun oleh Sekjend IGI disambut tepuk tangan meriah oleh peserta yang hadir di aula tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan, salah satu kompetensi guru adalah menggunakan teknologi di era digital. Berkaitan dengan kompetensi tersebut, Ikatan Guru Indonesia adalah orang-orang yang resilien.

“Kebutuhan kita saat ini menjadi guru adalah menguasai teknologi. Sebelum adanya platform merdeka mengajar, IGI sebenarnya sudah selalu berupaya memfasilitasi dalam hal teknologi. IGI selalu berkaitan dengan IT atau teknologi terkini,” ujar perempuan yang akrab disapa Wafi ini. 

Menurutnya, kaitan dengan kondisi sekarang, para guru dituntut untuk memiliki kemampuan teknologi secara akselerasi. Sejatinya IGI sudah terbiasa dengan hal tersebut. 

“Namun, guru yang lain belum terbiasa. Oleh karena itu, IGI menjadi penuntun untuk resiliensi. Semua yang berkaitan dengan program pemerintah, begitu juga di IGI, kita semua juga belajar teknologi di IGI,” sambung perempuan yang pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Wilayah IGI Provinsi Jawa Timur itu. 

Ia melanjutkan, ada berbagai produk atau karya di IGI yang relevan dengan teknologi saat ini. Awal periode masa bakti 2021-2026, ada bidang baru yaitu pusat statistik IGI. 

“Dengan bidang ini, kami bisa melakukan survei dan memfasilitasi kebutuhan berbasis data di IGI,” tambahnya.

Ia berharap, dengan adanya merdeka belajar, potensi kebutuhan masing-masing daerah penggerak tentunya berbeda. Selain kebutuhan murid, kebutuhan guru juga berbeda. Sumber daya manusia juga harus meningkat. IGI berupaya melakukan pengembangan kompetensi guru di era teknologi digital ini dengan audiensi dan survei. Sehingga guru bisa beradaptasi, resiliensi dan bisa terwadahi. 

“Kita dapat melakukan kolaborasi bersama. Ada program terbaru yaitu ketika selesai sebuah pelatihan di IGI, kita akan mengadakan evaluasi dengan mengisi form-form yang disediakan, sehingga bisa dijadikan wadah untuk refleksi diri dan kegiatan,” ungkap Hibatun Wafiroh di tengah-tengah sarasehan.

Ia juga mengatakan guru tidak hanya menguasai teknologi, melainkan juga memiliki rasa empati. 

“Tanpa rasa empati, tentu kurang. Kemampuan nonteknis, komunikasi, kolaborasi, aktivitas juga diperlukan. IGI dari tahun ke tahun, selalu melakukan kolaborasi baik dalam kegiatan pelatihan Canva, Google Master, dan lain-lain,” tandasnya dengan mantap.

Lebih lanjut ia menceritakan, IGI pernah melakukan pelatihan serentak, tidak hanya tentang hardware, model-model pembelajaran, IGI juga meningkatkan empati, melakukan keterampilan bermitra dengan google. Seperti di Google Master Trainer,  jika sudah naik level, materi diajarkan tentang empati, mitra, dan berpihak pda murid. 

“Kita juga belajar berkomunikasi yang baik dengan murid. Apakah sudah sesuai dengan persepsi murid, persepsi murid dengan guru bisa sama. Jika salah komunikasi, maka akan terjadi miskonsepsi. Maka IGI juga pernah mengadakan pelatihan Public Speaking,” pungkasnya di penghujung.

Terakhir, ia menyampaikan ucapan selamat kepada IGI Jatim yang telah mendapatkan APWIL terbaik. Begitu pula dengan IGI Kabupaten Nganjuk dan Sidoarjo yang menerima APDA. Mari selalu bergerak, melakukan kegiatan yang kontinyu, berkolaborasi, bermitra, dan melakukan inovasi. IGI, wajah baru, inovasi baru.

Semangat berinovasi, salam sharing and growing together. (Amalia Sholika)


Post a Comment (0)
Previous Post Next Post