Kegiatan bertema “Sinergi Berkarya, Literasi Menginspirasi, Pendidikan
Menguatkan” tersebut berlangsung di Hotel Khas Gresik, Ruang Diamond 1, Lantai
2, mulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB. Pertemuan menjadi ruang bersama untuk
memperkenalkan komunitas, memaparkan program kerja, bertukar gagasan, sekaligus
membangun rencana kolaborasi dalam bidang literasi dan pendidikan.
Memasuki pukul 09.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan yang
diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan, dan doa. Selanjutnya, Forum
Lingkar Pena Kabupaten Gresik memaparkan program kerja Divisi Karya. Agenda
tersebut dilanjutkan dengan penyampaian program dari Lentera Jawa Timur dan
pembahasan rencana kegiatan Lentera Gresik.
Ketua IGI Kabupaten Gresik, Abdullah Halim, S.T., M.Pd., menyampaikan
dukungannya terhadap kegiatan kolaborasi tersebut. Menurutnya, literasi
merupakan salah satu fondasi penting yang harus dimiliki pendidik karena
kemampuan guru dalam memahami, mengolah, dan mengembangkan informasi akan
berpengaruh terhadap proses transfer pengetahuan kepada peserta didik.
Ia menambahkan bahwa penguasaan literasi juga memungkinkan guru
mendampingi siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan memilah informasi
secara bijak. Karena itu, kerja sama lintas komunitas dinilai dapat memperluas
ruang belajar bagi para pendidik.
Menurut Abdullah, semangat tersebut selaras dengan motto IGI, “Sharing
and Growing Together” atau Berbagi dan Tumbuh Bersama. Prinsip tersebut
mendorong guru untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, serta keahlian sehingga
peningkatan kompetensi tidak dilakukan secara individual, melainkan melalui
proses belajar bersama.
Sekretaris IGI Kabupaten Gresik, Didin Rosyadi, S.Kom., M.Pd., yang
turut mengikuti kegiatan, menilai kolaborasi antarlembaga penting untuk
memperluas dampak program pengembangan kompetensi guru. Ia berharap kegiatan
pelatihan, lokakarya, dan berbagi pengalaman mengajar dapat terus dilakukan
dengan melibatkan berbagai organisasi yang memiliki perhatian terhadap
pendidikan dan literasi.
Sementara itu, Koordinator Lintas Komunitas, Siti Huroirohmatin, S.Pd., menyampaikan
apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap empat
organisasi dapat terus berkolaborasi dalam berbagai program.
“Saya sangat senang acara pertemuan lintas komunitas ini berjalan dengan
baik. Dari organisasi yang konsen terhadap pengembangan kompetensi guru ini
dapat berkolaborasi di setiap kegiatan nantinya dan diharapkan dari
masing-masing guru dapat menulis menjadi buku nantinya,” ujarnya,
disambut tepuk tangan peserta.
Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan
pengurus IGILN Koordinator Kabupaten Gresik dan pembentukan panitia Wisata
Literasi Nasional (WLN). Struktur panitia WLN dirancang berasal dari empat
organisasi yang hadir. Pembentukan tersebut menjadi langkah konkret untuk
mengembangkan kegiatan literasi secara bersama-sama.
Pertemuan
berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Setiap organisasi menyampaikan gagasan
dan program kerja secara terbuka, peserta diberikan ruang untuk memberikan masukan sehingga peserta dapat mengetahui peluang kolaborasi
yang dapat dikembangkan bersama. Sebelum kegiatan berakhir, seluruh peserta
melakukan foto bersama sebagai dokumentasi dan penanda komitmen kolaborasi.
Kegiatan
ditutup dengan agenda ishoma dan sayonara pada pukul 12.15–12.30 WIB. Pertemuan lintas komunitas tersebut
diharapkan tidak berhenti sebagai forum silaturahmi, tetapi berkembang menjadi
gerakan kolaboratif yang menghasilkan kegiatan nyata. Dengan semangat berbagi,
berkarya, dan belajar bersama, para peserta diharapkan mampu memperkuat
kompetensi pendidik sekaligus menumbuhkan budaya literasi yang lebih luas di
Kabupaten Gresik. (Abdullah Halim)



