Dari FGD DP Jatim ‘BEDAH PISA DAN TKA : Antisipasi dan Implikasi pada Pembelajaran dalam Peningkatan Mutu Pendidikan, Kamis, 17 September 2026


  Foto; PW IGI DR. Mardi, Ket. DP Prov. Jatim (Prof. Warsono), Makhrus Ali, M.Pd

     Surabaya-Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kamis, 17 September 2026, Mengundang kami PW IGI Jatim dalam acara Focus Group Discussion / FGD bertema “BEDAH PISA DAN TKA : Antisipasi dan Implikasi pada Pembelajaran dalam Peningkatan Mutu Pendidikan” di hadiri oleh 12 unsur penting Dewan Pendidikan Jatim dan 36 orang, diantaranya Pejabat Dinas pendidikan provinsi yang diwakili oleh Bapak Sekretaris Dinas Pendidikan Bapak DR. Hartono, MKKS, 5 Bakorwil, Cabdin Terdekat, MKKS, IGI, PGRI, PKBM, 3 Dewan Pendidikan Kabupaten dan lain lain.

    Dalam acara tersebut menghadirkan tiga Profesor sebagai panelis utama, di samping itu juga hadir Prof. Warsono Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Unesa. sebagai ketua Dewan Pendidika  Jatim saat ini. Mereka bertiga adalah ; Prof. Waras Kamdi (UM, Pakar Vokasi ), Prof. Parji (dewan pakar PB PGRI dan Senat Akademik Universitas PGRI Madiun, anggota DP Jatim), Prof. Djoko Saryono (Pakar Bahasa dan Sastra UM, Anggota DP Provinsi Jatim).

    Ada beberapa hal penting yang kami catat dalam pertemuan yang sangat berharga dan bermakna tersebut untuk menyamakan presepsi menyiapkan rekomendasi dan strategi meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Timur sesuai dengan Permendikdasmen No. 21 Tahun 2026 Tentang penjaminan Mutu Pendidikan, yang di dalamnya ada unsur Dewan Pendidikan Provinsi Jatim, dan Organisasi Profesi seperti IGI dan PGRI.

    Panelis pertama Prof. Waras dengan lugas, runtun dan sistematis menyampai realitas kinerja literasi, Numerasi dan Sains (PISA 2025) yang intinya hampir tidak ada siswa yang mencapai puncak level 5 atau 6 di ketiga Subjek TKA (Science, Mathematic dan Reading). Lebih lanjut disampaikan juga bahwa murid kita punya potensi memiliki rasa ingin tahu yang tinggi namun tidak percaya jika kapasitas otak mereka bisa berkembang lebih baik, memiliki Growth Mindset setara dengan peningkatan 17 poins skor Sains.

Foto; Suasana FGD Dewan Pendidikan Fotografer By DR. Mardi

    Panelis Kedua. Prof. Parji. Yang merupakan salah satu dewan Pakar PB PGRI dan senat Universitas PGRi Madiun  menyampaikan beberapa hal yag lebih lugas lagi; Indonesia berada diurutan ke 73 dari 90 negara dalam komptensi Science, dan berada di urutan ke 74 dari 90 negara tingkat kemampuan Literasi. Berada di urutan ke 6 dari 8 negara Asean di atas Philipina dan Kamboja. Sebuah fakta yang menprihatinkan bagi kita praktisi dan pemerhati dunia pendidikan secara kualitas. Pertanyaannya; apa yang seharusnya kita lakukan? Beliau menjelaskan salah satunya merekomendasikan agar kesejahteraan guru ditingkatkan dan perbaikan tata kelola guru yang masih belum sesuai yang diharapkan. Karena kesejahteraan guru berbanding lurus dengan kinerja jika kita ingin layanan proses pengalaman murid di sekolah berjalan optimal dalam mencapai tujuan pembelajaran. “Ada guru PPPK yag nyambi jadi sopir Ojol hanya untuk menambah pundi-pundi kebutuhan dapur sementara Hp nya sesekali waktu ada nada dering/ panggilan harus mengantarkan penumpang padahal saat itu dia sedang berada di jam mengajar di kelas, terpaksalah  dia pergi. Selain itu Prof. Parji juga menyampaikan kritikan perihal   prosedur rekrutmen kepala sekolah; Bahwa prosedur pengangkatan kepala sekolah seharusnya berdasarkan Meritokrasi berbasis kinerja dan prestasi tidak berdasarkan unsur politik / kepentingan tertentu atau ada unsur orang dalam.

    Panelis ketiga Prof. Joko Saryono menyampaikan topik unik dan menarik  bernuansa Sastra “Hermeneutika Fenomenologis PISA 2025” dari sudut pandang beliau disampaikan bahwa PISA menghasilkan ANGKA , Angka disusun menjadi DATA, Data menghasilkan TAFSIR, Tafsir menghasilkan MAKNA, dan Makna Mengarah ke TINDAKAN (RTL; redaktur) dari fenomena PISA 2025 ke Multi Tafsir dari OECD → Pemerintah → Pakar →Media→Klayak → kembali lagi ke OECD (sebuah siklus). Kelima unsur tersebut memiliki presepsi dan penafsiran yang berbeda satu sama lain fenomena PISA 2025. Sesuai dengan passion masing-masing. Namun kita tetap harus melakukan sinkronisasi membuat dan membuat sintesis untuk melalukan perbaikan menuju Indonesia emas/maju. Benar- benar pendekatan Sastra dan unsur humaniora sangat terasa,  apa yang belaiu sampaikan, halus dalam mengkritisi tetapi tetap berada di koridor untuk memperbaiki diri, sehingga tidak ada pihak yang tersinggung menerimanya, sesuai dengan bidang Pakar bahasa dan Sastra yang merupakn ciri khas humaniora berbasis hermeneutika.

    Pada Akhir Sesi Ibu DR. Dwi Astutik, selaku Sekretaris Dewan Pendidikan Jatim menyampaikan beberapa kesimpulannya sekaligus akan menyampaikan rekomendasi ke pemerintah / Dinas pendidikan provinsi jawa timur beserta jajarannya. Sedianya acara tersebut direncakan selesai pukul 15.30 karena antusias para peserta berakhir pada pukul 16.30 WIB. "Marilah kita mulai memeperbaiki mutu pendidikan kita di jawa timur dimulai dari diri kita masing-masing sesuai dengan kapasitas dan otoritas yang melekat pada setiap pendidik/guru", sebuah closing statemen dari Prof. Waras yang disampaikan sebelum penutupan acara. Kami PW IGI Jatim juga menyampaikan bahwa sedikit sekali sekolah yang berani mendisplay nilai TKA tahun 2025 ke stakeholders untuk di analisis dikomparasi dengan nilai Raport siswa (ada disparitas yang Jauh) dan dibahas bersama untuk  dicari solusinya, karena budaya Evaluasi Diri Sekolah / EDS yang masih sangat rendah di sekolah-sekolah tertentu meskipun tidak semua (Redaksi).

    Semoga Alloh SWT. selalu memberkati kita semua Dewan Pendidikan Provinsi Jatim dan organisasi profesi IGI Jatim sehingga bisa konsisten berkiprah untuk memberikan kontribusi terbaik untuk penjaminan mutu pendidikan di Jatim khususnya di Indonesia Pada umumnya, sesuai Amanat Permendikdasmen No. 21/2026, tanpa ada  ketersinggungan dari pihak manapun yang ada di dalamnya. Koreksi, kolaborasi dan sharing and growing together adalah semboyan kami PW IGI Jatim. Aamiin. 



Makhrus Ali, S.Pd, M.Pd. WK Bid. 5 Advokasi dan Perlindungan Sosial






2 Komentar

Posting Komentar
Lebih baru Lebih lama