Rangkaian Muswil diawali dengan pelaksanaan sidang
secara daring pada 31 Maret dan 1 April 2026. Pada tahap ini, peserta membahas
Sidang Pleno I yang meliputi penetapan peserta sidang serta penyusunan agenda.
Selanjutnya, Sidang Pleno II difokuskan pada pembahasan tata tertib sidang
sebagai landasan jalannya musyawarah. Lanjutan pembahasan pleno dilakukan
hingga menghasilkan kesepakatan awal yang menjadi dasar pelaksanaan sidang
tatap muka.
Memasuki tahap luring pada Sabtu, 4 April 2026, agenda
utama dimulai dengan Sidang Pleno III yang membahas penyampaian Laporan
Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Wilayah IGI Jawa Timur masa bakti 2021–2026.
Dalam forum tersebut, laporan disampaikan secara menyeluruh mulai dari ketua,
sekretaris, hingga koordinator bidang. Bahkan, laporan keuangan dipaparkan
secara rinci disertai bukti transaksi dari berbagai rekening bank, sebagai
bentuk transparansi dan akuntabilitas organisasi.
Ketua
IGI wilayah dalam sambutannya menegaskan bahwa model pelaporan tersebut
merupakan upaya memberikan pertanggungjawaban yang terbuka dan rinci. “Kami
ingin memberikan contoh tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel
untuk kepengurusan selanjutnya,” ujarnya. Laporan tersebut kemudian mendapatkan
apresiasi dari peserta dan disahkan secara aklamasi, sekaligus menetapkan
pengurus lama sebagai demisioner.
Pada hari kedua, Minggu 5 April 2026, kegiatan
dilanjutkan dengan Sidang Pleno V yang menjadi puncak Muswil, yaitu pemilihan
Ketua IGI Jawa Timur periode 2026–2031. Proses pemilihan diawali dengan
registrasi peserta dan penetapan tata tertib kepesertaan. Dari total 79
peserta, sebanyak 54 peserta utusan terverifikasi memiliki hak pilih, yang
ditandai dengan penggunaan kalung berwarna kuning, sementara peserta peninjau
menggunakan kalung merah.
Tahap pencalonan menghasilkan enam nama bakal calon,
yakni Sukari, Fahim Aftoni, Ivan Habibi, Agus Setyo, Bambang S., dan Bagus
Sumantri. Namun, setelah melalui proses konfirmasi kesediaan dan verifikasi
administratif, hanya dua kandidat yang memenuhi syarat, yaitu Sukari dan Fahim
Aftoni.
Dalam pemaparan visi dan misi, Sukari menekankan pentingnya penguatan kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan kewirausahaan dan kaderisasi organisasi. "penguatan kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan harus benar-benar ditingkatkan" ungkap pria asal gresik yang low profil ini. Sementara itu, Fahim Aftoni mengusung konsep “sharing and growing together” dengan fokus pada kolaborasi, inovasi, penguatan SOP organisasi, serta pengembangan dan penguatan daya saing global IGI menuju kancah internasional. "Ini harus direncanakan dan dilaksanakan dengan baik untuk kepengurusan mendatang", ujarnya dengan penuh sungguh-sungguh pria yang selalu stylis ini.
Berdasarkan hasil tersebut, presidium sidang yang
dipimpin oleh Ikhwan Fahrudin secara resmi menetapkan Sukari sebagai Ketua IGI
Provinsi Jawa Timur masa bakti 2026–2031 melalui Surat Keputusan Nomor
10/M_IGI/PW05/4/2026.
Secara keseluruhan, Muswil IGI Jawa Timur 2026
berjalan dengan lancar dan penuh dinamika. Forum ini tidak hanya menghasilkan
kepemimpinan baru, tetapi juga merumuskan arah kebijakan strategis organisasi
ke depan. Semangat demokrasi, transparansi, dan kebersamaan yang tercermin
selama kegiatan menjadi modal penting dalam membangun organisasi yang lebih
profesional dan adaptif.
Selamat beraktivitas, salam sharing and growing together (Abdullah Halim)




