Header Ads

test

IGI DKI JAKARTA – IGI JATIM BERSINERGI DALAM SEMINAR GETRA



IGI DKI Jakarta bekerja sama dengan IGI Jawa Timur serta Imoo Watch Phone menggelar Seminar Gerakan Teknologi Ramah Anak (Getra) di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Minggu (27/10). Kegiatan ini diikuti sekitar seratus peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Dr. Romi Siswanto, M.Si, Kasi Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Guru SD, Ditjend Pembinaan Dikdas Kemdikbud menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Narasumber lainnya yaitu  Dra. Psi.Woelan Handadari, M.Si, Psikolog dari Universitas Airlangga Surabaya. Kegiatan ini juga dihadiri dan dibuka oleh Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Suhartatik, M.Pd.
Dalam sambutannya Suhartatik mengatakan bahwa sekolah perlu memprogramkan gerakan teknologi ramah anak dengan melibatkan semua pihak. “Sisi positif teknologi memang luar biasa. Namun sisi negatifnya juga menjadi tantangan bagi kita semua. Oleh karenanya perlu komitmen semua pihak,” ungkapnya.


Woelan menjelaskan tentang peran positif teknologi dalam tumbuh kembang anak. Sementara itu Romi membahas tentang peran teknologi dalam dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0. “Peran guru itu tidak tergantikan. Materi pembelajaran boleh jadi bisa digantikan teknologi. Tetapi keteladanan akhlak dari guru tidak dapat tergantikan, “tegasnya.
Tampak semua peserta begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Lilik Uzlifah, peserta dari Lamongan mengatakan senang menyimak paparan para narasumber. “Seminar ini sangat bermanfaat. Sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini, “tuturnya.
Dalam kegiatan ini IGI DKI Jakarta juga mensosialisasikan School to School Training (STST) Program. STST Program merupakan Program Pelatihan gratis bagi guru yang dirancang oleh IGI DKI untuk membantu meningkatkan kompetensi dan kualitas guru di sekolah sekolah. Visi Program STST yaitu peningkatan dan pemerataan kualitas guru. Program STST memiliki misi meningkatkan kecakapan guru dalam proses belajar mengajar, mengembangkan metode pembelajaran interaktif dan inovatif serta penggunakan media pembelajaran digital menyambut era Industri 4.0.
Program STST bergerak mandiri tanpa dukungan APBD maupun APBN. Seluruh fasilitator Program STST adalah guru relawan yang ahli di bidangnya, memiliki sertifikat dan pengalaman melatih guru. Hingga saat ini, STST Program sudah diikuti lebih dari 100 sekolah dan 5000 guru di DKI Jakarta dan sekitarnya. Dengan sosialisasi STST Program ke wilayah lain, diharapkan bisa menginspirasi wilayah lain untuk membuat program serupa dan berkelanjutan. [wafi]

No comments