https://www.youtube.com/watch?v=c-IUVKulKXI
https://www.youtube.com/watch?v=bnmkramTmV0
Waktu Pelaksanaan: 16 – 18 Januari 2026
Tema Utama: IGI BERKUALITAS, GURU CERDAS, INDONESIA EMAS
1. Pembukaan dan Suasana Acara
Acara Musyawarah Nasional (Munas) IV IGI diawali dengan prosesi penyambutan tamu VVIP dan kehormatan yang dimeriahkan oleh atraksi budaya "Palang Pintu" yang dipersembahkan oleh siswa-siswi SMP Negeri 15 Jakarta Selatan
Selain itu, terdapat penampilan eksklusif tarian "Dara Kesohor" dari siswi MTs Negeri 17 Jakarta Timur sebagai persembahan seni untuk para peserta
2. Sambutan Ketua Umum IGI: Danang Hidayatullah
Ketua Umum IGI, Danang Hidayatullah, membuka sambutannya dengan memperkenalkan para tamu kehormatan, termasuk Gubernur Lemhannas, Wakil Menteri Luar Negeri, serta perwakilan dari Kemendikdasmen dan Kemenag
Poin-poin penting sambutan Ketua Umum:
Visi Jangka Panjang: Munas bukan sekadar suksesi kepemimpinan atau rutinitas, melainkan momen untuk merancang visi IGI hingga 30 tahun ke depan
Legitimasi: Peserta Munas telah ditetapkan melalui surat undangan resmi sebagai landasan legalitas yang sah
Posisi IGI: IGI diposisikan sebagai organisasi independen dan bermartabat yang menjadi mitra strategis pemerintah, namun tetap kritis dan produktif
3. Pengarahan Pendiri IGI: Drs. Satria Dharma
Drs. Satria Dharma menyampaikan pidato yang membakar semangat para guru dengan menekankan kemandirian organisasi.
Poin Kunci:
Jangkauan IGI: IGI kini hadir di 39 provinsi (termasuk pemekaran Papua) dan satu cabang luar negeri
Kemandirian Finansial: IGI tidak memungut iuran bulanan dari anggota
Kualitas Anggota: Meski jumlah anggota IGI sekitar 200.000 orang (sekitar 5% dari total guru di Indonesia), mereka dianggap sebagai "The Best 5%" yang selalu mendominasi kejuaraan guru.
Pesan Profesionalisme: Beliau mewajibkan pengurus dan anggota IGI untuk memiliki kartu nama sebagai tanda profesionalisme dan sarana memperluas jaringan (networking)
Filosofi: Menekankan slogan "Sharing and Growing Together" di mana anggota fokus memberi, bukan meminta
Baca Juga: https://jawatimur.igi.or.id/2026/01/sambutan-salah-satu-pendiri-igi-drs.html
https://www.youtube.com/watch?v=gSXlQ69zCqQ
4. Arahan Pemerintah (Kemenag & Kemendikdasmen)
A. Dr. Faisal Musaad (Direktur GTK Madrasah - Mewakili Menteri Agama)
Apresiasi: Memuji IGI sebagai organisasi yang profesional dan tidak gemar melakukan demonstrasi turun ke jalan, melainkan menjadi mitra pemerintah untuk membangun pendidikan untuk bangsa Indonesia
Program GSGP: Mengusung tema "Guru sebagai Subjek Gerakan Perubahan" (GSGP)
Momentum: Munas ini dianggap spesial karena bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj
B. Putra Asga Elefri (Direktur Dikmensus - Mewakili Mendikdasmen)
Isu Kesehatan Mental: Menyampaikan data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey bahwa 1 dari 3 remaja (34,9%) mengalami masalah kesehatan mental
Kebijakan Guru Wali: Kementerian meluncurkan kebijakan di mana guru (khususnya SMP ke atas) wajib mendampingi siswa dari masuk hingga lulus dengan rasio ideal 1 guru memegang 10 siswa
7 Jurus BK Hebat: Memperkenalkan strategi bimbingan konseling yang meliputi: (1) Kenali potensi, (2) Kelola emosi, (3) Bangun resiliensi, (4) Jaga konsistensi, (5) Jalin koneksi, (6) Bangun kolaborasi, dan (7) Ciptakan situasi aman dan nyaman.
Harapan: Meminta IGI terus menjadi "bengkel solusi" atas masalah pembelajaran
5. Pengarahan Geopolitik: H. Muhammad Anis Matta, Lc (Wamenlu RI)
Wakil Menteri Luar Negeri memberikan perspektif global kepada para guru, menyebut guru sebagai "Arsitek Sosial"
Analisis Situasi Global:
Tiga Ancaman Besar: Dunia sedang menghadapi ancaman perang (konflik great power), revolusi sosial, dan krisis ekonomi berkelanjutan
Perubahan Tatanan Dunia: Disebutkan bahwa AS keluar dari banyak organisasi multilateral, menandakan pergeseran dari soft power ke hard power dan tatanan dunia tanpa aturan..
Tantangan Generasi Muda: Generasi saat ini adalah native democracy, native IT, dan globally connected. Mood publik mudah dirusak oleh rekayasa algoritma global yang bisa memicu kemarahan (anger) dan agresi.
Peran Guru: Guru bertugas menjaga public mood dan melakukan social engineering untuk menghadapi perubahan demografi dan politik global tersebut
Baca Juga: https://jawatimur.igi.or.id/2026/01/anis-matta-wakil-menteri-luar-negeri-ri.html
https://www.youtube.com/watch?v=SUbkuC_c0K4
6. Pidato Pembukaan: Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si (Gubernur Lemhannas)
Gubernur Lemhannas membuka acara secara resmi sekaligus memberikan paparan mengenai Ketahanan Nasional.
Poin Strategis:
Kualitas SDM: Ketahanan nasional bukan hanya soal militer, tetapi ditentukan oleh kualitas SDM, daya saing ekonomi, dan keteguhan ideologi
Disrupsi Teknologi & Ideologi: Memperingatkan tentang bahaya degradasi etika dan lunturnya nasionalisme akibat konsumsi digital yang tidak terfilter
Pendidikan Karakter: Menekankan pentingnya guru menanamkan nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan agar Indonesia tidak menjadi negara gagal (failed state)
Indonesia Emas 2045: Guru saat ini adalah penentu apakah Indonesia Emas 2045 akan terwujud, karena merekalah yang mendidik calon pemimpin masa depan tersebut
7. Penutup dan Peresmian
Acara ditutup dengan prosesi pemukulan gong oleh Gubernur Lemhannas didampingi oleh Ketua Umum IGI, Wamenlu, dan para pendiri IGI sebagai tanda dimulainya Munas IV secara resmi
Catatan:
Laporan ini disusun berdasarkan fakta yang terekam dalam transkrip
"MUSYAWARAH NASIONAL IV IGI - TAHUN 2026" :
https://www.youtube.com/watch?v=c-IUVKulKXI
https://drive.google.com/drive/folders/1E2E3oZljYV5AOzhtQIzB-cgg0802hDSZ?usp=sharing
