Pendampingan SPAB Daring dan Luring Kabupaten Pasuruan, Bukti Sinergi Antara BBPMP, BBPD Se-Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten


Pasuruan – UPT SMP Negeri 1 Rejoso, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menggelar kegiatan Pendampingan Fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) secara luring pada 30 Juni 2026. Kegiatan ini difasilitasi penuh oleh BBPMP selaku Seknas Tingkat Provinsi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dan 38 BPBDkota, Kabupaten serentak di 38 Kabupaten kota se Jawa Timur. Maksud dan Tujuannya adalah melaksanakan Permendikbud No. 33 Tahun 2019 tentang SPAB di Satuan Pendidikan. Lebih spesifik lagi bertujuan membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS), Tim Pokja SPAB bekerja sama dengan BPBD setempat. Dilanjutkan dengan pengintegrasian kurikulum dengan muatan SPAB, sebagai upaya untuk transfer knowldge, mitigasi bencana di lingkungan satuan pendidikan masing-masing.

Kegiatan tersebut terdiri dari Panitia Daerah Ibu Devi Ika Irawati, S.E., MAP menghadirkan fasilitator SPAB Makhrus Ali, S.Pd, M.Pd dari SMAN 1 Galis Pamekasan dan Dr. Mardi, S.Pd. M.Ds dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan 1 orang Fasil dari dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdul Rojik, S.ST, M.T. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan beserta Kabid SMP, TK / PAUD. memberikan dukungan dan pembukaan secara langsung.

Kepala Dinas Pendidikan hadir Ibu Tri Krisni Astuti, S.Sos, M. Hadir untuk membuka acara Pendampingan SPAB untuk 15 lembaga sekolah dari TK/PAUD, SD, SMP, SMA dan SLB/PKLK, 10 diantaranya tang terdaftar dan hadir adalah Bapak/Ibu kepala Sekolah selaku decision maker di satuan pendidikan. Dalam sambutannya beliau berpesan bahwa “Penguatan literasi bencana satuan pendidikan bukan sekedar menyiapkan saran fisik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bagi seluruh warga sekolah mulai dari guru, staf (karyawan) dan siswa dalam mengenali resiko bencana di wilayah masing-masing”.

"Melalui kegiatan Pendampingan SPAB ini, kami berharap sekolah memiliki sistem kesiapsiagaan yang lebih terstruktur, terorganisir mulai dari pembentukan tim siaga/pokja, penyusunan prosedur tetap, hingga pelaksanaan simulasi secara berkala. Keselamatan peserta didik dan seluruh warga sekolah tidak terkecuali merupakan prioritas utama. Dari proses yang butuh waktu lama dan tidak berkesudahan.

Dalam sesi fasilitasi, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar Satuan Pendidikan Aman Bencana, berupa1) Implementasi Integrasi Pendidikan Kebencanaandalam Pembelajaran dan Manajemen kedaruratan Penyusunan Protap Pengembangan Media serta simulasi pertolongan pertama cidera berat saat bencana.

Fasilitator SPAB dari IGI Kabupaten Pasuruan yang Asli Purwodadi Pasuruan menegaskan bahwa implementasi SPAB tidak hanya berfokus pada transfer knowledge yang normatif, tetapi lebih dari itu juga dokumen administrasi administrasi SPAB, implemantasi Tim Pokja SPAB yang melibatkan seluruh warga sekolah dan lembaga terkait serta manajemen Dapodik yang solid dengan program SPAB yang akuntabel dan terstruktur.

"SPAB merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sekolah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagaipotensi bencana. Meskipun bencana tersebut belum kita ketahui kapan akan datang. Dokumen protap menjadi pedoman penting, namun yang lebih utama adalah bagaimana seluruh warga sekolah memahami perannya dan mampu bertindak cepat, tepat ketika terjadi kondisi darurat. Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupate Pasuruan, Sugeng Hariyadi, belum bisa menghadiri kegiatan tersebut dikarenakan ada kegiatan diklat PIM 2.

Namun demikian beliau telah berkenan memberikan oleh-oleh kepada kami 15 peserta dan 2 fasilitaor pendamping berupa 8 jilid Buku Seri Siap Siaga Bencana sebagai salah satu effort riel penanggulangan kebencanaan di Kabupaten Pasuruan. Mungkin bisa jadi satu-satunya BPBD kabupaten yang menerbitkan bukusejenisyangsangat berharga dan bermakna secara akademi/keilmuan untuk koleksi perpustakaan di sekolah masing-masingpeserta. Meskipun kegiatan ini sangat singkat hanya berdurasi satu hari, namun bermakna dan sangat berkesan karena kegiatan ini merupakan pembuka jalan bagi kegiatan berikutnya berupa pengimbasan ke sekolah-sekolah sekitarnya, minimal sosialisasike stakholders masing-masing peserta.

Oleh: Makhrus Ali, S.Pd., M.Pd. (Fasilitator SPAB IGI Jawa Timur)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama