Sekolah Tangguh Bencana Kabupaten Pasuruan Melaluai Program SPAB oleh BBPMP Jawa Timur


Pasuruan - Pendampingan SPAB di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur dilaksanakan offline Selasa, 30 Juni 2026 di SMPN 1 Rejoso. Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur sebagai kepanjangan tangan dari Kemendikdasmen RI menginisiasi terhadap pendidikan tanggap bencana. Sebagai langkah awal kesiapsiagaan terhadap setiap bencana yang datang baik yang bisa di prediksi maupun tidak bisa diprediksi. Program ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019. Regulasi ini mewajibkan pemerintah daerah dan sekolah menyelenggarakan program mitigasi bencana guna melindungi siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan dari risiko bencana, serta menjamin keberlangsungan layanan pendidikan pada masa darurat hingga pemulihan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Ibu Tri Krisni Astuti mengatakan bahwa di wilayah Pasuruan yang lengkap dengan letak geografisnya sangat bervariatif, sangat diperlukan mitigasi kebencanaan sesuai dengan potensi wilayah, jadi disesuaikan saja pembuatan modul ajar/perencanaan dan simulasi kebencanaan ini sesuai dengan yang sering terjadi di daerah masing-masing. Misalnya di daerah dekat gunung penanggungan,ya simulasinya jika terjadi longsong atau gempa bumi, sedangkan di daerah pesisir simulai tentang ROB, agar siswa menjadi generasi yang Tangguh bencana.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan yang diwakili Rojik telah menulis 8 judul potensi bencana di Kabupaten Pasuruan. Buku-buku tersebut secara gratis dibagikan ke 15 peserta yang ikut. Antusiasme peserta pendampingan SPAB di Kabupaten Pasuruan diikuti langsung oleh kepala sekolah dan sebagian guru. Ini langkah tepat sebagai pengambil kebijakan agar SPAB segera terwujud.

Fasilitator daerah SPAB IGI Jawa Timur Dr. Mardi, M.Pd. dan Makhrus Ali, M.Pd. dan perwakilan BBPMP Dwi Krisnawati yang mengawal giat pendampingan SPAB di Kabupaten Pasuruan merasa sangat terbantu dengan keberadaan stakeholder yang saling merangkul, mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Jawa Timur. Materi pendampingan meliputi materi umum Pilar 1, Pilar 2 danPilar 3, diselingi yel-yel “Salam Tangguh”, menyanyi, dan icebreaking agar makin menyenangkan peserta dalam menerima materi.

Salam tangguh-tangguh-tangguh.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama